"Jangan Lagi Korbankan Rakyat Tanimbar Demi Janji Manis Investasi Bodong"
MAHATVA.ID -Masyarakat Kepulauan Tanimbar kembali dikejutkan oleh polemik seputar program investasi digital bertajuk MXTrend. Dalam sebuah surat terbuka yang viral di media sosial, seorang warga Tanimbar dengan tegas menyuarakan kekecewaan terhadap skema yang diduga mengarah pada penipuan berkedok investasi dan mempertanyakan peran serta tanggung jawab pemerintah daerah, komunitas, hingga pengawasan dari pihak berwenang. Saumlaki, 8 Mei 2025.
Surat bertajuk "Belajar dari MXTrend: Jangan Lagi Korbankan Rakyat Demi Janji Instan" itu menyentil banyak pihak, mulai dari penanggung jawab komunitas MXTrend, Pemda KKT, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai lambat merespons geliat promosi program tersebut di desa-desa.
“Saya ikut MXTrend bukan karena percaya, tapi karena menghargai ajakan teman dekat. Untung saya tarik modal cepat. Tapi banyak saudara saya tidak seberuntung itu. Mereka berutang, menjual barang, bahkan menggadaikan masa depan,” tulis warga tersebut yang memilih merahasiakan identitasnya.
Jeritan Korban Investasi Bodong: “Martabat Kami Dikhianati”
Lebih dari sekadar kerugian finansial, isi surat itu mengangkat realita pahit yang kini menghantui banyak korban MXTrend. Stres, rasa malu, bahkan trauma sosial kini menjadi beban diam-diam yang ditanggung warga, terutama mereka yang semula berharap investasi ini mampu mengubah nasib keluarga.
“Ini bukan sekadar uang. Ini tentang kepercayaan yang dihancurkan, tentang martabat yang diinjak oleh janji manis yang ternyata palsu.”
Pemda & OJK Dipertanyakan: Hadir Saat Gunting Pita, Tapi Diam Saat Rakyat Menjerit
Dalam surat tersebut, penulis mempertanyakan mengapa pemerintah daerah terlihat hadir saat peluncuran program MXTrend, namun tak menunjukkan empati ketika masyarakat mulai jadi korban.




