MAHATVA. ID — Gelombang siang yang tenang tiba-tiba berubah mencekam ketika KM Jolor mengalami mati mesin dan terombang-ambing tak berdaya di Perairan Makassar, Senin (24/11).
Lima penumpang wanita yang berada di atas perahu itu menghadapi ketidakpastian selama lebih dari 20 menit, sebelum secercah harapan muncul dari arah haluan KRI Hiu-634.
KRI Hiu-634, unsur Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II yang berada di bawah kendali operasi Guspurla Koarmada II, sedang melaksanakan operasi rutin ketika pengawas jaga mendeteksi tanda distress dari sebuah perahu kecil sekitar pukul 12.20 WITA. Informasi itu langsung memicu tindakan cepat para prajurit.
Tanpa menunda waktu, Komandan KRI Hiu-634 Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro memerintahkan pelaksanaan prosedur Search and Rescue (SAR).
Tim segera bergerak menurunkan sekoci, menerjang gelombang, dan mengevakuasi seluruh penumpang yang ketakutan namun berusaha tetap tenang.
"Lima korban berhasil kami naikkan ke kapal dalam keadaan selamat," ujar Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro.
Aksi cepat prajurit KRI HIU-634 menunjukan profesionalisme dan komitmen TNI AL dalam melindungi keselamatan pengguna laut serta mendukung tugas pokok Koarmada II.
Setibanya di geladak, tim kesehatan KRI Hiu-634 langsung memberikan penanganan medis kepada para korban untuk memastikan kondisi vital mereka stabil sepanjang perjalanan menuju darat.
Setelah kapal sandar di Dermaga Layang Makassar, seluruh korban langsung dievakuasi ke RSAL Jala Amari untuk pemeriksaan lanjutan.



