BOGOR, MAHATVA.ID – Berlokasi di Kawasan Industri Sentul, Jalan Cahaya Raya, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia kini resmi memiliki produsen benang bedah dalam negeri melalui PT Triton Manufactures, yang menjadi pabrik benang bedah nasional pertama sekaligus pertama mengantongi sertifikasi halal.

Kehadiran pabrik tersebut menandai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian alat kesehatan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Pakar kebencanaan, DR. Dr. Nurdin Perdana, SKM, mengatakan benang bedah merupakan alat kesehatan vital yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Tingginya kebutuhan benang bedah di Indonesia dipicu oleh angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya kasus cedera trauma, terutama sejak krisis politik 1998.

“Pada masa itu, keterbatasan alat kesehatan membuat tenaga medis harus mencari solusi darurat, bahkan sampai menggunakan benang pancing untuk menjahit luka,” kata Nurdin.

Ia menjelaskan, kelangkaan dan mahalnya alat kesehatan juga sempat memaksa petugas medis menggunakan peralatan secara berulang, yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Kondisi tersebut mendorong lahirnya kesadaran akan pentingnya kemandirian produksi alat kesehatan, termasuk benang bedah yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

PT Triton Manufactures mulai dirintis sejak 2011 dan diresmikan secara resmi pada 2015 oleh Menteri Kesehatan RI saat itu, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K).

“Sebagai pabrik benang bedah nasional pertama di Indonesia, saat peresmian Menteri Kesehatan langsung datang ke pabrik Triton,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Direktur Institutional Relation PT Triton Manufactures, Mario Apriliansyah, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih merupakan produk impor.

“Untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Industri alat kesehatan didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Mario.