MAHATVA.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menegaskan bahwa dirinya secara langsung memerintahkan serangan militer terhadap Iran untuk menggagalkan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut.

Trump juga bersumpah perang akan terus berlanjut selama diperlukan demi menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman serius bagi Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya di Ruang Timur Gedung Putih yang dikutip Reuters, Trump menyebut keputusan menyerang Iran diambil karena ancaman yang dinilainya sudah sangat dekat, meski tanpa memaparkan bukti konkret.

Serangan tersebut, menurut Trump, telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menenggelamkan kapal perang Iran, serta menghantam lebih dari 1.000 target militer hingga saat ini.

“Ini adalah kesempatan terbaik terakhir kita untuk menyerang dan melenyapkan ancaman yang tak tertahankan yang ditimbulkan oleh rezim yang sakit dan jahat ini,” ujar Trump.

Pernyataan ini menjadi komentar terpanjang Trump terkait konflik Iran, setelah sebelumnya hanya menyampaikan dua pesan video dan sejumlah wawancara singkat. Trump baru kembali ke Gedung Putih usai menghabiskan akhir pekan di Florida.

Operasi Lebih Cepat dari Jadwal

Trump, yang selama ini dikenal menentang keterlibatan panjang AS dalam perang luar negeri, mengatakan kampanye militer di Iran berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. Ia menyebut operasi diproyeksikan berlangsung empat hingga lima minggu, meski tidak menutup kemungkinan durasi lebih lama.

“Kita memiliki militer terkuat dan paling ampuh di dunia. Kita sudah jauh lebih maju dari proyeksi. Berapa pun waktunya, tidak masalah. Apa pun yang diperlukan,” tegasnya.