MAHATVA.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Selasa (25/6/2025). Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, AS melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran yang dibalas oleh Teheran dengan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar.

Langkah Trump ini menimbulkan pertanyaan besar di dunia internasional: apa alasan sebenarnya di balik keputusan mendadak ini?

Harga Minyak Jadi Alasan Utama?

Dilansir CNBC International, usai serangan terhadap Iran, Trump langsung menuntut agar semua pihak berupaya menjaga harga minyak tetap rendah. Dalam unggahan emosional di platform miliknya, Truth Social, Trump menulis:

“SEMUA ORANG, JAGA HARGA MINYAK TETAP TURUN. SAYA MENGAWASI! KALIAN BERMAIN TEPAT DI TANGAN MUSUH. JANGAN LAKUKAN ITU!”

Meskipun tidak menyebut secara spesifik siapa yang dimaksud, Trump kemungkinan besar menyindir industri minyak AS agar tidak mengurangi produksi. Pasalnya, sejumlah perusahaan sebelumnya telah mengindikasikan akan memangkas produksi setelah harga anjlok akibat kebijakan tarif dan kelebihan pasokan OPEC+.

Tak lama setelah itu, Trump kembali mengunggah seruan:

“Kepada Departemen Energi: BOR, SAYANG, BOR!!! Dan maksud saya SEKARANG!!!”

Namun, kenyataannya, Departemen Energi AS tidak secara langsung mengatur pengeboran minyak — kebijakan tersebut berada di tangan perusahaan swasta dan tergantung pada mekanisme pasar.