Mahatvamediaindonesia.id, BOGOR – Dalam rangka menambah wawasan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMA Harapan Bangsa yang beralamat di Kp. Cibandawa, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan yang bertajuk “Melestarikan Permainan Tradisional Sebagai Budaya Kearifan Lokal di Kecamatan Cigombong” dengan mengundang Karang Taruna Desa Ciburayut sebagai narasumber. Rabu, (16/08/2023).

Panitia pelaksana kegiatan sekaligus Guru di SMA Harapan Bangsa, Bapak Dani Firdaus mengungkapkan bahwasannya ada 70 siswa yang mengikuti kegiatan ini, yang dilaksankan dalam dua sesi dengan durasi sekitar dua jam. Satu jam untuk sosialisasi dan satu jam lagi untuk kegiatan games dan praktek memaninkan alat permainan tradisional serta seni kriya.

“Untuk kegiatan sosialisasi terdiri dari tiga kelas mulai dari kelas 10,11 dan 12. Sedangkan untuk games dan praktek hanya untuk kelas 11,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwasannya dengan kegiatan ini, semoga anak-anak didiknya dapat lebih mengenal permainan tradisional dan menjaga kearifan lokal sehingga memupuk generasi muda untuk dapat ikut serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya, tutup Dani.

Senada dengan dirinya, Belgi Alhuda yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini memberikan pemaparan mengenai permainan tradisional dan ekonomi kreatif.

Menurut dirinya, ekonomi kreatif adalah sebuah konsep pada era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas. Implementasinya adalah dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Meski ekonomi kreatif tergolong suatu konsep era ekonomi baru, tetapi dari semua subsektor di atas, pasti sudah tidak asing di kehidupan kita sehari-hari. Para era generasi milenial saat ini saja, contohnya hal yang paling diminati mereka yaitu pengembangan permainan (Game Development), film animasi, hingga pembuatan konten video, seni kriya dan pengembangan permainan tradisional pun masuk dalam sektor ekonomi kreatif.

“Ya, ekonomi kreatif saat ini memang menyasar ke anak-anak muda termasuk anak-anak sekolah, karena cukup di gandrungi di era modern saat ini, akan tetapi harus diarahkan agar dapat mengimbangi kemajuan jaman tanpa mengurangi nilai-nilai seni budaya dan kearifan lokal,” kata Belgi

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwasannya teknologi dan informasi menuntut penyesuaian pada berbagai bidang guna mengarahkan mereka untuk dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Tentunya era revolusi industri ini akan semakin maju dan terus berkembang dengan peralihan menuju Era Society 5.0