MAHATVA.ID -Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mendesak Kepolisian segera menuntaskan dugaan ancaman pembunuhan yang beredar luas dan memicu keresahan warga.
Informasi tersebut dinilai telah mengganggu stabilitas keamanan dan mempengaruhi aktivitas masyarakat di wilayah desa.
Ketua BPD Wunlah, Ridolof Tuwul, menyampaikan desakan itu melalui sambungan telepon dari Saumlaki, Minggu (16/11).
Ia menekankan bahwa isu ancaman pembunuhan yang mencantumkan target secara langsung telah menimbulkan ketakutan serius di tengah warga.
Menurut Ridolof, penyebaran informasi tersebut tidak dapat dianggap sebagai kabar biasa. Isu itu telah menciptakan tekanan psikologis yang kuat dan membuat warga merasa tidak aman dalam menjalani kegiatan harian.
“Informasinya muncul dari pihak-pihak tertentu dan menyebutkan target secara terang. Itu membuat masyarakat sangat takut,” ujarnya.
Ia menilai, oknum yang menyebarkan isu teror tersebut harus segera diperiksa dan diproses sesuai ketentuan hukum. BPD menyoroti bahwa lambatnya penanganan aparat dapat memperpanjang kecemasan dan membuka peluang terjadinya gangguan keamanan yang lebih besar.
“Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam kecemasan. Polisi harus cepat bertindak,” tegasnya.
Ridolof menambahkan, kondisi keamanan yang tidak menentu membuat aktivitas ekonomi dan sosial warga terganggu. Banyak warga memilih tidak pergi ke kebun dan menghentikan pekerjaan harian karena takut menjadi korban.




