MAHATVA.ID - Dinamika politik Kabupaten Bogor kian panas dengan pengumuman dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni Rudy Susmanto bersama Jaro Ade dan Bayu Syahjohan bersama Musyafaur Rahman.
KPU Kabupaten Bogor telah mempersiapkan serangkaian pelatihan dari tingkat kecamatan hingga acara seremonial di hotel-hotel mewah di wilayah kabupaten Bogor.
Fasilitas mewah seperti mobil operasional dan tunjangan tinggi untuk penyelenggara pemilu memicu pertanyaan terkait transparansi dan efektivitas kinerja KPU.
Dengan anggaran sebesar 131 Miliar rupiah, kritik datang dari berbagai pihak yang menyoroti ketidakjelasan penggunaan dana, terutama mengingat banyaknya warga yang hidup dalam kemiskinan dibumi tegar beriman.
Proses pendaftaran pasangan calon pada 27-29 Agustus 2024 memicu kekecewaan di kalangan jurnalis, yang merasa diabaikan dan kurang difasilitasi untuk meliput acara selama tiga hari penuh.
Cha dari salah satu media Onlien menyoroti kurangnya apresiasi KPUD Kabupaten Bogor terhadap peran media dan masalah transparansi anggaran.
“KPUD Kabupaten Bogor selama ini kurang menghargai kerja jurnalis yang mempublikasikan kegiatan mereka. Hal ini disayangkan, apalagi dengan anggaran besar yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dana KPUD Kabupaten Bogor yang mencapai anggaran 131 Milyar tersebut, Ketua KPUD Kabupaten Bogor, M Adi Kurnia menjelaskan bahwa terkait anggaran diperuntukan untuk sebagai berikut :
1. Honorarium Badan Adho, Meliputi PPK, PPS, PPDP, dan KPPS beserta sekretariatnya masing-masing.




