MAHATVA.ID – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini bukan tanpa sebab. Sejumlah faktor fundamental global menjadi pendorong utama di balik lonjakan nilai logam mulia ini, mulai dari kekhawatiran akan resesi, inflasi, pelemahan dolar AS, hingga ketegangan geopolitik internasional.

Emas, Safe Haven Saat Resesi Mengancam

Meningkatnya kekhawatiran akan resesi global menjadi faktor dominan yang mendorong investor beralih ke aset safe haven. Emas, sejak lama dikenal sebagai pelindung nilai terbaik saat pasar mengalami ketidakpastian. Ketika ekonomi dunia menunjukkan tanda-tanda perlambatan, emas menjadi pelarian utama bagi para investor.

"Saya sendiri pernah mengalami bagaimana kecemasan pasar global membuat nilai investasi emas saya melonjak signifikan," ujar seorang investor .

Inflasi dan Suku Bunga: Kombinasi Pendorong Harga

Inflasi tinggi di berbagai negara turut memperkuat tren kenaikan harga emas. Ketika nilai mata uang melemah akibat lonjakan harga barang dan jasa, emas sebagai aset riil cenderung meningkat nilainya. Dalam konteks ini, suku bunga rendah yang diberlakukan banyak bank sentral juga memperkuat daya tarik emas karena menurunkan opportunity cost dari aset non-yield seperti emas.

Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis Positif

Dolar AS yang terus mengalami pelemahan terhadap mata uang lainnya juga menjadi pendorong kuat. Karena harga emas dipatok dalam dolar, melemahnya nilai dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global.

Geopolitik dan Ketidakpastian Global