MAHATVA.ID -Kelangkaan minyak tanah kembali menghantui warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Harga melonjak, pasokan tersendat, dan rakyat kecil menjadi korban. Sorotan kini tertuju pada dugaan keterlibatan mafia minyak tanah yang diduga memainkan rantai distribusi demi meraup keuntungan pribadi. Polres Kepulauan Tanimbar pun didesak bertindak tegas.
Krisis pasokan bahan bakar rumah tangga ini memuncak dalam dua pekan terakhir. Warga di Saumlaki hingga pelosok desa mengeluhkan susahnya mendapatkan minyak tanah subsidi, sementara harga eceran melambung jauh dari standar.
Menurut sejumlah sumber, kelangkaan ini tak sekadar soal logistik, tetapi kuat dugaan akibat permainan sistematis dalam rantai pasok, mulai dari penimbunan, pengalihan pasokan, hingga penjualan ilegal ke luar daerah.
“Ini bukan masalah biasa. Sudah waktunya Polres Tanimbar menyelidiki secara serius dugaan keterlibatan mafia minyak tanah. Jangan tunggu rakyat menjerit lebih keras lagi,” ujar seorang tokoh masyarakat Saumlaki, Selasa (25/7/2025).
Terkait hal tersebut, Rantai Distribusi Disinyalir Disabotase, Penimbunan dan Penyelundupan Harus Diungkap.
Untuk diketahui, beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu kelangkaan antara lain:
Distribusi tidak transparan dari agen resmi ke pengecer.
Penimbunan oleh oknum untuk dijual dengan harga mahal.
Penyelundupan minyak tanah ke wilayah lain yang menjanjikan harga lebih tinggi.




