Bogor, MAHATVA.ID — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, menegaskan bahwa pengembangan Bobibos bukanlah ajang mencari panggung, melainkan sebuah upaya nyata untuk menciptakan terobosan dalam mencari solusi bahan bakar alternatif berbasis sumber daya ramah lingkungan.
Mulyadi menyampaikan, Bobibos dikembangkan dari bahan baku jerami, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia meyakini, jika Bobibos berhasil diproduksi secara massal, maka kehadirannya dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan energi.
“Ini bukan untuk cari panggung. Ini adalah ikhtiar kami menciptakan terobosan dan solusi bahan bakar alternatif yang lebih terjangkau,” tegas Mulyadi.
Mulyadi menekankan bahwa Bobibos bukanlah bahan bakar pengganti, melainkan bahan bakar alternatif yang dapat melengkapi sistem energi yang sudah ada. Ia juga menjelaskan bahwa peluncuran Bobibos telah melalui berbagai tahapan pengujian.
“Launching Bobibos ini sudah melewati uji kelayakan, uji emisi, dan berbagai pengujian teknis lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Mulyadi menyatakan pihaknya tetap menghormati kebijakan pemerintah, khususnya regulasi yang saat ini hanya mengakui tiga sumber bahan bakar nabati, yakni tebu, sawit, dan jagung.
Timor Leste Siapkan Regulasi dan Lahan Produksi
Menariknya, Mulyadi mengungkapkan bahwa Timor Leste telah menyiapkan regulasi terkait produksi Bobibos. Bahkan, negara tersebut telah menyiapkan lahan seluas 25000 hektare untuk mendukung percepatan produksi Bobibos.
“Ini bukan bentuk pengkhianatan. Bobibos adalah bahan bakar solusi dunia, bukan hanya untuk Indonesia,” ujar Mulyadi.




