Jakarta, MAHATVA.ID – Rencana pengukuhan dan pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030 yang semula dijadwalkan pada 6 September 2025, resmi diundur menjadi 4 Oktober 2025. Keputusan ini diambil usai rapat koordinasi virtual antara Pengurus PWI Pusat dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jumat (12/9/2025).

Menurut rencana, pelantikan akan digelar di Monumen Pers Nasional (MPN) Solo, tempat bersejarah lahirnya PWI pada 9 Februari 1946. Lokasi ini dipandang memiliki nilai historis sekaligus pesan persatuan bagi insan pers Indonesia.

Rapat koordinasi dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Atal S. Depari, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Kabid Pendidikan Agus Sudibyo, Bendahara Umum PWI M. Selamet Susanto, serta perwakilan daerah seperti Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul, Sekretaris PWI Surakarta Asep Abdullah Rowi, dan Sekretaris PWI Jateng Iwan Kelana. Dari pihak Komdigi hadir Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Fifi Aleyda Yahya beserta jajaran.

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang berharap pelantikan di Monumen Pers Nasional bisa menjadi momentum kebangkitan jurnalisme Indonesia. Hal ini turut didukung Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S. Depari.

“Bagus, di Monumen Pers Solo ada pesan dan nilai historis. PWI lahir di sana. Semoga bisa diwujudkan pelantikan di sana,” ujar Atal yang juga mantan Ketua PWI Pusat periode 2018-2023.

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul menambahkan, pelantikan di Solo bukan sekadar seremonial.

“Semangatnya adalah persatuan. Pengurus baru hasil Kongres Persatuan dikukuhkan di tempat PWI lahir 1946 saat Kemerdekaan RI. Pelantikan ini diharapkan tidak hanya formal, tetapi juga menegaskan peran PWI sebagai pilar demokrasi dan jurnalisme profesional di Indonesia,” ujarnya.

Dirjen KPM Kemenkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah menyatakan kesediaannya hadir dalam acara pengukuhan tersebut.

“Kehadiran menteri dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peran strategis pers di era digital. Niatnya baik, untuk melakukan pengukuhan sebaik-baiknya dan mendukung jurnalisme sehat,” kata Fifi.