Mahatvamediaindonesia.id, Bogor – Guna mengoptimalkan peran Kader Posyandu dalam membantu pemerintah Desa melakukan pencegahan stunting sejak dini, Pemdes Cikeas Udik melaksanakan peningkatan Kapasitas terhadap para kader Posyandu dan PKK, yang berlangsung di Hotel Rizen Puncak Bogor Jawa Barat. Rabu, (13/12/2023).

Menurut Sekretaris Desa Cikeas Udik, Imam mengatakan, tujuan utama diadakannya Peningkatan kapasitas Kader Posyandu ini sebagai ajang silaturrahmi antar kader-kader kesehatan sekaligus dimanfaatkan untuk berbagi informasi terkait pengetahuan pelayanan.

“Kader-kader posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bayi dan balita di Desa Cikeas Udik, maka dari itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para kader Posyandu yang ada di Desa Cikeas Udik, salah satunya penanganan stunting,” ucapnya.

BACA JUGA : Penyumbang PAD Terbesar, Jalan Raya Cikeas Bojong Nangka Ko Rusak

Menurut Imam, dari 27 Posyandu yang ada di Desa Cikeas Udik, hadir 24 Kader Posyandu dalam agenda Peningkatan Kader Posyandu ini. Serta menghadirkan narasumber dari Puskesmas, Pemerintah Kecamatan, Serta Pendamping Desa.

Hadir untuk membuka secara resmi kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Kepala Desa Cikeas Udik beserta Ketua TP-PKK.

Sementara itu, Kepala Desa Cikeas Udik, Miptahul Falah mengatakan, bahwa selama ini, kader posyandu telah berperan sangat aktif dalam membantu bidan desa disetiap posyandu guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga sangat pantas jika mereka harus dibekali ilmu pengetahuan terutama terkait penanganan dan pencegahan stunting.

BACA JUGA :Jalan Sehat, Pentas seni dan Gebyar UMKM meriahkan HUT RI 78 Tahun di Desa Cikeas Udik.

“Kehadiran kita semua disini selain menjalin silaturrahmi antar kader desa, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita menambah wawasan terkait pencegahan stunting, kita sharing-sharing bagaimana kegiatan diposyandu dalam memantau pertumbuhan anak melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan serta bagaimana kita membantu bidan desa memberikan edukasi kepada masyarakat menyangkut 5 pilar STBM dan program stop stunting yang biasa kita simbolkan dengan mengangkat 5 jari,” kata Miptah.