Mahatvamediaindonesia.id, BOGOR – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu merespons isu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dipasangkan di Pilpres 2024 mendatang. Rabu, (23/08/2023).

Syaikhu menyatakan sampai saat ini belum ada partai yang final dalam menentukan capres-cawapres. Pasalnya, masa pendaftaran belum dibuka oleh KPU.

“Sampai hari ini partai-partai masih belum pada satu ketetapan final, masih mencari dinamika-dinamika satu sama lain. Jadi masih sangat mungkin terjadi pergeseran, sampai pada saat nanti menjelang pendaftaran, baru itu ketahuan akan saling mengunci dan final,” kata dia di Kuta, Bali, Selasa (22/8).

Saat ini, PKS bersama Partai Demokrat dan NasDem telah menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden. Sudah ada piagam kerja sama yang disepakati bersama.

Syaikhu berharap Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari Demokrat, NasDem dan PKS solid hingga masa pendaftaran dibuka KPU pada Oktober mendatang.

“Tetapi bagi kami, koalisi tiga partai pengusung Anies ini sampai dengan hari ini, Insya Allah masih solid. PKS, NasDem dan Demokrat itu masih tetap untuk mengusung saudara Anies Rasyid Baswedan,” imbuhnya.

Mengenai penentuan cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan. Meski begitu, ada tiga kriteria dalam penentuan cawapres Anies Baswedan.

Kriteria pertama ialah yang memiliki wawasan nasionalis religius. Kedua, bisa menjadi pasangan yang dwitunggal dan mampu berkolaborasi. Ketiga, memiliki elektabilitas yang tinggi.

“Kita tinggal menunggu kapan Bapak Anies akan mengumumkan siapa yang akan dipilih (cawapres) dan tentu kita ingin bahwa kandidat calon wakil presiden yang dipilih itu memiliki kriteria,” ujarnya.