Bogor, MAHATVA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Bogor menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kemacetan di kawasan Puncak yang selama ini menjadi ikon kemacetan nasional, khususnya saat perayaan Tahun Baru. Salah satunya dengan merekrut dan memberdayakan para joki menjadi relawan pendukung lalu lintas (supeltas).
Kapolres Bogor, AKBP Wikha, mengatakan pihaknya telah merekrut sekitar 60 orang joki yang selama ini kerap dianggap sebagai sumber kemacetan, untuk diubah menjadi bagian dari solusi pengaturan lalu lintas.
“Kita sudah melakukan perekrutan para joki dan memberikan pelatihan. Sekitar 60 orang sudah kita rekrut, terdiri dari pelatihan pengaturan lalu lintas, PPGD atau penanganan pertama gawat darurat, serta pelatihan komitmen anti-pungli,” ujar AKBP Wikha.
Menurutnya, langkah ini merupakan upaya mengubah ancaman menjadi peluang. Jika sebelumnya keberadaan joki justru memperparah kemacetan, kini mereka diarahkan untuk membantu kelancaran arus kendaraan di kawasan Puncak.
Para supeltas ini nantinya dibekali rompi kuning dan topi biru, sebagai pembeda dengan joki liar yang kerap muncul saat kepadatan lalu lintas.
Didukung Hotel dan PHRI Kawasan Puncak
AKBP Wikha mengungkapkan, program ini mendapat dukungan penuh dari PHRI dan pihak hotel di kawasan Puncak. Sebanyak 32 hotel, terutama hotel besar, siap memberikan insentif dan konsumsi bagi para joki yang direkrut sebagai relawan lalu lintas.
“Perhitungan dari pihak hotel, kalau Puncak dikenal macet, itu juga berdampak pada tingkat hunian hotel. Maka mereka sangat mendukung program ini,” jelasnya.
Untuk pengamanan jalur Puncak, Polres Bogor menyiagakan sekitar 200 personel khusus, ditambah bantuan BKO Brimob Mabes Polri serta 40 personel dari Direktorat Sabhara Polri yang akan ditempatkan di titik-titik rawan.




