Bogor, MAHATVA.ID – Sebuah gambar berisi tabel perbandingan jumlah izin logging, kebun kayu, sawit, serta tambang dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo kembali beredar di media sosial. Gambar tersebut dilabeli “HOAX” oleh sejumlah pemeriksa fakta karena memuat data yang tidak akurat dan cenderung menyesatkan.

Gambar yang menampilkan enam Presiden Indonesia tersebut berisi klaim mengenai luas konsesi yang disebut-sebut diberikan pada tiap pemerintahan. Namun, setelah ditelusuri, data yang disajikan tidak memiliki rujukan resmi dan tidak sesuai dengan catatan pemerintah maupun lembaga statistik nasional.

Tidak Ada Sumber Resmi dan Data Tidak Valid

Sejumlah kementerian yang berwenang, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah merilis data dalam format maupun angka seperti yang beredar di gambar tersebut.

Pakar kebijakan kehutanan dan beberapa lembaga pemeriksa fakta nasional juga menyebutkan bahwa angka-angka tersebut tidak logis jika dibandingkan dengan Total luas hutan Indonesia, Data resmi perizinan usaha pemanfaatan hutan, Catatan konsesi tambang yang tercatat di Minerba One Data.

“Gambar itu termasuk manipulasi data. Tidak ada basis data resmi yang menunjukkan angka-angka seperti itu. Formatnya pun tidak sesuai standar pelaporan pemerintah,” ujar Saiful saat dihubungi MAHATVA.ID.

Saiful menyebutkan bahwa konten visual semacam ini sering digunakan untuk membangun opini politik tertentu dengan memanfaatkan data palsu. Karena tampil dalam bentuk tabel dan foto pejabat, masyarakat lebih mudah percaya tanpa memeriksa kebenarannya.

“Gaya penyajian seperti ini memang dibuat agar terlihat meyakinkan. Padahal kontennya tidak memiliki referensi apa pun,” jelasnya.

Saiful mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa keaslian informasi sebelum membagikannya. Terutama informasi yang berpotensi memecah belah atau menyerang pihak tertentu.